Salah satu bahan pokok yang paling umum digunakan di dapur adalah minyak goreng.

Mulai dari menambah rasa makanan hingga memperkaya Anda dengan banyak nutrisi.

Minyak goreng yang tepat dapat memberikan keajaiban bagi makanan dan kesehatan Anda.

Namun beberapa orang menggunakan kembali minyak goreng untuk mengurangi pemborosan.

Padahal menggunakan kembali minyak goreng sangat beracun bagi kesehatan karena membawa Anda dekat dengan berbagai masalah kesehatan.

1.

Menyebabkan toksisitas dalam tubuh dan meningkatkan kemungkinan gangguan jantung dan kognitif Ketika minyak yang sudah digunakan dipanaskan lagi, dapt mengeluarkan konsentrasi yang lebih tinggi dari berbagai bahan kimia beracun seperti Aldehida yang terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit yang berhubungan dengan jantung, masalah kognitif seperti demensia, Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

Demikian juga zat beracun lain yang dilepaskan saat minyak dipanaskan kembali adalah 4-hydroxy-trans-2-nominal (HNE) yang bersifat racun dan cukup toksik bagi tubuh serta dapat menghambat fungsi DNA, RNA, dan protein tubuh.

2.

Meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) Saat memasak minyak pada suhu tinggi, beberapa lemak diubah menjadi lemak trans.

Dan ketika minyak hitam asap ini dihangatkan kembali, ia bahkan melepaskan lemak trans dalam jumlah lebih tinggi yang sangat buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.

Mengikuti proses yang sama untuk jangka waktu yang lebih lama menyeret Anda mendekati komplikasi kesehatan seperti stroke, obesitas, nyeri dada, sakit perut, gangguan pencernaan dan bahkan penyakit jantung karena konsumsi lemak trans yang tinggi meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh.

3.

Memberi Anda sensasi terbakar dan asam Menggunakan kembali minyak goreng menyebabkan proses beracun yang dikenal sebagai ketengikan.

Setelah sedikit terpapar kelembapan, udara atau cahaya, minyak mengalami oksidasi tidak lengkap atau lengkap dan proses ini dikenal sebagai ketengikan.

Setiap kali minyak melewati proses pemanasan, partikel-partikelnya dapat memodifikasi dan menempelkan rasa dan bau yang tidak enak pada minyak dan makanan yang dimasak di dalamnya.

Konsumsi minyak dan makanan tersebut dapat meningkatkan risiko keasaman, sensasi terbakar di perut, masalah tenggorokan dan banyak lagi.

4.

Meningkatkan risiko peradangan dan kanker Karsinogen adalah zat yang berhubungan dengan pembentukan kanker dalam tubuh.

Pemanasan ulang minyak goreng meningkatkan zat berbahaya di dalamnya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan aldehida yang terkait dengan risiko tinggi kanker dan peradangan dalam tubuh.

Selain itu, jika Anda telah menderita peradangan tinggi untuk jangka waktu yang lama, maka konsumsi minyak goreng yang buruk atau digunakan kembali bisa menjadi penyebabnya.

Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menurunkan kekebalan tubuh dan selanjutnya membuat Anda rentan terhadap berbagai penyakit dan infeksi.

PINKVILLA

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.