Samuel Sekuritas Indonesia mencatat saham emiten Unilever Indonesia (UNVR) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di pasar reguler pada sesi pertama perdagangan, Rabu, 18 Mei.

“Nilai net buy asing (UNVR) sebesar Rp 62,5 miliar,” tutur tim analisis Samuel Sekuritas, Rabu.

Adapun posisi selanjutnya disusul oleh emiten pelat merah, Telkom Indonesia atau TLKM dengan nilai net buy asing Rp 56,2 miliar, dan Bank BNI atau BBNI dengan nilai Rp 54,2 miliar.

Sebaliknya, saham emiten pertambangan batu bara PT Bukit Asam (PTBA) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

Nilai net sell asing mencapai Rp 111 miliar.

Disusul Elang Mahkota Teknologi atau EMTK dengan nilai net sell Rp 77,6 miliar dan ADRO Rp 77 miliar.

Di akhir sesi pertama hari ini, tercatat jual bersih investor asing sebesar Rp 500,1 miliar di pasar reguler dan Rp 107,8 miliar di pasar negosiasi.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan atau IHSG melanjutkan penguatan di sesi pertama.

IHSG menutup sesi di level 6.690,6 atau 0,69 persen lebih tinggi dibandingkan angka penutupan kemarin di level 6.644,4.

Samuel Sekuritas juga mencatat pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 17 Mei.

Bursa Dow Jones naik 1,34 persen, S&P 500 naik 2,02 persen, dan Nasdaq naik 2,76 persen.

Pergerakan pasar dipengaruhi antara lain oleh optimisme mengenai prospek ekonomi ke depan setelah pernyataan Jerome Powell (pimpinan The Fed) bahwa bank sentral AS itu akan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk melawan inflasi, termasuk menaikkan suku bunga bila diperlukan.

Sementara itu, bursa Asia cenderung mixed; Nikkei naik 0,59 persen, begitu juga STI naik 0,85 persen, dan Kospi meningkat 0,04 persen.

Sedangkan bursa Shanghai melemah 0,37 persen dan Hang Seng melemah 0,64 persen.

Di bursa Indonesia, sebanyak 294 saham menguat, 228 melemah, dan 174 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Nilai transaksi mencapai Rp 9,9 triliun.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.