Sebagian ibu menyusui harus bekerja sehingga ASI harus dipompa untuk diberikan pada bayi.

Saat melakukan penyimpanan ASI setelah pumping, muncul beberapa pertanyaan, apakah boleh mencampur asi dari payudara kanan dan kiri dalam satu botol? Mengutip dari laman University of Rochester Medical Center, saat menyimpan ASI setelah pumping boleh dicampur dari kedua payudara.

Asalkan jumlah susu tidak lebih dari dua pertiga penuh.

Jika melebihi takaran tersebut susu akan mengalir keluar lagi.

Selain itu, dalam memindahkan juga harus berhati-hati agar ASI tetap terjaga.

Meski begitu, tidak dianjurkan untuk menggabungkan ASI yang didapat dari sesi pemompaan yang berbeda karena berisiko tinggi untuk bayi.

Pasalnya ASI rentan tercampur dengan bakteri dari luar.

Mencampurkan ASI dari hari yang berbeda, dilansir dari CDC.gov, tidak disarankan, terutama mencampur ASI yang sudah dipanaskan setelah dibekukan.

Jika tetap ingin menggabung, lebih baik ASI yang baru dibekukan terlebih dahulu lalu dicampur.

Masa simpan juga harus menyesuaikan pada ASI yang lebih lama.

Dilansir dari nhs.uk, ASI dapat bertahan selama 8 hari jika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4 derajat celcius atau lebih rendah.

Jika lebih 4 derajat celcius, ASI hanya dapat bertahan 2-3 hari saja.

Jika disimpan dalam freezer dengan suhu di bawah 18 derajat ASI bisa bertahan hingga 6 bulan.

Saat melakukan pumping ASI, sebaiknya dilakukan di ruangan khusus, seperti neonatal intensive care unit (NICU) atau tempat khusus yang disediakan tempat kerja untuk pumping.

Sebelumnya, harus memastikan tangan bersih sebelum memegang pompa, payudara, dan botol wadah ASI.

Pompa yang digunakan juga harus dibersihkan dan disterilkan sesuai dengan instruksi agar tidak ada bakteri yang berkembang.

Sterilisasi setidaknya dilakukan dalam kurun waktu 24 jam.

Botol penampung ASI yang digunakan juga disimpan dalam keadaan steril bisa dengan direbus atau dikukus.

TATA FERLIANA

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.