Menstruasi atau haid merupakan siklus bulanan berupa pelepasan dinding endometrium disertai darah yang dialami oleh perempuan.

Menstruasi terjadi karena sel telur tidak dibuahi dan merupakan proses normal perempuan.

Saat menstruasi, tidak sedikit perempuan yang mengeluhkan rasa sakit, nyeri, dan kram di perut.

Dilansir webmd.com, nyeri haid saat menstruasi dalam istilah medis dikenal dengan istilah dismenhore.

Nyeri haid dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Salah satunya adalah kontraksi rahim yang menyebabkan pembulih darah terhimpit sehingga memotong asupan oksigen ke rahim dan berujung rasa sakit (kram).

Nyeri haid juga bisa terjadi karena zat prostalgin dalam tubuh meningkat.

Nyeri haid akan makin parah apabila perempuan memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti endometriosis, fibroid, dan radang panggul.

Mengutip plannedparenthood.org, nyeri haid ini berupa rasa sakit, kram yang berdenyut-denyut pada perut bagian bawah.

Kondisi ini dapat terjadi saat sebelum (pra-menstruation/ PMS) dan selama menstruasi berlangsung.

Meskupun demikian, rasa nyeri ini bisa hilang sendirinya.

Akan tetapi, tidak sedikit perempuan merasakan nyeri haid yang berlangsung parah sehingga tubuh menjadi kurang nyaman untuk beraktivitas.

Untuk meminimalisir nyeri haid, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan.

Melansir berbagai sumber, berikut tiga acara mudah dan sederhana atasi rasa nyeri datang bulan.

1.

Kompres air hangat Dikutip houstonmethodist.org, mengompres perut bagian bawah ketika nyeri haid dapat mengendurkan otot-otot penyebab kram.

Kompres perut bagian bawah menggunakan bantal pemanas selama beberapa menit.

Selain itu, mandi air hangat juga bisa dilakukan untuk meredakan nyeri haid.

2.

Pijat Pijat perut dengan minyak aromaterapi selama 20 menit dapat membantu mengatasi nyeri haid.

Lakukan pijat dengan menekan titik-titik tertentu pada bagian perut yang dirasa sebagai pusat nyeri.

Lalu berikan pijatan yang bergerak di sekitar perut dan punggung.

Beberapa jenis minyak esensial yang dapat digunakan seperti lavender, mawar, dan peppermint.

3.

Olahraga Saat nyeri haid berlangsung, bersantai dan beristirahat kerap dijadikan opsi.

Padahal, olahraga atau melakukan aktivitas fisik adalah pereda nyeri alami.

Sebab, olahraga merangsang pelepasan endorphin sehingga mengurangi rasa nyeri haid.

Olahraga juga merupakan cara tepat untuk mengurangi stres yang juga memengaruhi nyeri saat haid.

NAOMY A.

NUGRAHENI

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.