Selain kale, quinoa, dan kombucha, cuka apel atau cuka sari apel merupakan salah satu dari daftar makanan dan minuman kesehatan paling trendi sepanjang dekade terakhir.

Menurut studi, cuka apel memiliki banyak manfaat, termasuk penurunan berat badan dan pengurangan lemak perut, serta menurunkan kadar gula darah.

Beberapa manfaat ini mungkin berasal dari produk sampingan bakteri ramah dan ragi yang mengandung protein dan enzim.

Cuka ini aman dikonsumsi kebanyakan orang dalam jumlah sedang, tapi jika berlebihan dapat menyebabkan efek samping.

“Berapa banyak cuka apel untuk diminum masih diperdebatkan,” kata Juliana Tamayo, ahli gizi dan editor Fitness Clone.

“Beberapa orang mengonsumsi 1-2 sendok makan yang diencerkan dalam air untuk membantu menurunkan berat badan dan mengurangi nafsu makan.

Untuk semua manfaat lainnya, seperti membantu mengelola gula darah dan meningkatkan mikrobiota usus, 1 sendok makan air sudah cukup.” Namun, sebagian orang tidak disarankan meminumnya karena faktor kesehatan dan lainnya.

Menurut Trista Best, ahli diet Balance One Supplements, cuka apel bisa menyembuhkan usus jika dalam dosis kecil.

“Cuka apel dapat membantu memperbaiki atau mengatasi banyak masalah gastrointestinal karena karakteristik antimikroba, antivirus, antijamur, prebiotik, dan probiotiknya,” kata Best.

Namun, kelebihan ACV dapat menyebabkan sakit perut atau gangguan pencernaan.

“Ketika minum terlalu banyak—lebih dari 2 sendok makan—bisa mulai berinteraksi dengan penyerapan nutrisi lain,” jelas Tamayo.

“Hal ini menyebabkan makanan berada di perut selama berjam-jam dan menunda pengosongan lambung.

Dalam kasus ekstrem, yang mengarah ke gastroparesis, yang dapat menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, mual, muntah, dan banyak lagi.

Ini terutama berlaku untuk pasien dengan diabetes tipe 1 yang lebih berisiko mengalami gastroparesis.” Cuka apel mengandung 5-6 persen asam asetat, dan menurut ahli diet Whitney Stuart, asam ini secara bertahap dapat mengikis enamel pada gigi karena tingkat pH yang rendah.

Semakin rendah pH, semakin tinggi konsentrasi asam.

Enamel melindungi gigi dari kerusakan.

Dalam sebuah penelitian 2014 yang diterbitkan di Clinical Laboratory, enamel gigi bungsu manusia yang direndam dalam jenis cuka pH rendah mengalami kehilangan mineral 1–20 persen setelah empat jam.

Banyak orang dengan refluks asam mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dan minuman asam seperti cuka apel.

“Mengkonsumsi cuka apel dapat memperburuk refluks asam lambung karena menyebabkan mulas lebih lanjut,” kata Stuart.

Ini terutama jika meminumnya tanpa diencerkan dalam jumlah banyak.

Jadi, menderita maag, sebaiknya hindari cuka apel karena dapat memperburuknya dan menghambat proses penyembuhan.

Kalium adalah mineral yang membantu menjaga detak jantung tetap teratur, saraf berfungsi dengan baik, dan otot berkontraksi sebagaimana mestinya.

Makanan ini juga dapat melawan dampak negatif natrium pada tekanan darah, dan memiliki efek positif pada kepadatan mineral tulang dengan menetralkan asam dan mengurangi kehilangan kalsium dari tulang.

Namun, Tamayo mengatakan bahwa cuka apel dapat berdampak negatif pada seberapa baik tubuh menyerap mineral tertentu, terutama kalium.

Minum terlalu banyak cuka sari apel dapat menyebabkan sensasi terbakar di tenggorokan.

Cuka apel memicu refluks asam yang menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, ini cenderung menyebabkan rasa terbakar di tenggorokan.

EATTHIS.COM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.