Diet candida pengaturan pola makan untuk meringankan gejala infeksi jamur candida.

Pola diet ini mengharuskan orang untuk menghindari makanan dan minuman yang meningkatkan risiko pertumbuhan candida, antara lain gluten, gula, produk alkohol, dan jenis susu tertentu.

Diet berfokus makanan berprotein tanpa lemak, sayuran tak mengandung tepung, probiotik, dan lemak sehat.

Mengutip Medical News Today, diet candida bertujuan menghindari jenis makanan yang meningkatkan pertumbuhan candida dalam tubuh.

Diet candida tergolong pola konsumsi rendah gula yang bersifat antiinflamasi untuk meningkatkan kesehatan usus dan mencegah pertumbuhan jamur.

1.

Sayuran tak mengandung tepung atau non starchy: brokoli, kubis, kangkung 2.

Buah- buahan rendah gula: jeruk, zaitun, dan beri, tapi hanya dalam jumlah sedang 3.

Protein tanpa lemak: ayam, telur, dan ikan 4.

Lemak sehat: alpukat, minyak kelapa, minyak zaitun extra virgin 5.

Makanan fermentasi: asinan kubis, kimci, dan yoghurt 6.

Biji- bijian tanpa gluten: kinoa, gandum, soba 7.

Kacang almon 8.

Produk susu tertentu: mentega, ghee, kefir, yoghurt 9.

Pemanis alami bebas gula: stevia, erythritol, dan xylitol 10.

Makanan mengandung probiotik Mengutip Healthline, daftar makanan yang harus dihindari saat diet candida, yaitu: 1.

Buah-buahan tinggi gula: pisang, kurma, kismis, anggur, dan mangga 2.

Biji-bijian yang mengandung gluten: gandum hitam, barli, dan dieja 3.

Daging olahan 4.

Minyak dan lemak olahan: minyak kanola, kedelai, biij bunga matahari, margarin 5.

Bumbu: kecap, cuka putih, saus barbeku, mayones.

6.

Produk susu: Keju, susu, dan krim.

7.

Gula dan pemanis buatan: aspartam, agave, gula tebu, sirup jagung, madu, sirop mapel, molase 8.

Kacang tanah, kacang mete, kemiri dan pistachio 9.

Kafein, alkohol dan minuman manis: teh, kopi, minuman energi, soda, jus buah, bir, anggur, minuman beralkohol Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.